Rabu, 25 November 2015

#NationalTeacher'sDay


Hari ini bertepatan dengan Hari Guru Nasional

Kali ini aku datang bukan sebagai murid. Aku datang mewakili sekolah untuk mengikuti prosesi upacara perayaan Hari Guru Nasional dari awal namun sayang saat kami tiba, bendera sudah berkibar di tiang bendera dan sisa waktu kami hanya menunggu amanah dari Ibu Wakil Bupati yang masih belum datang. dalam hati ku berbicara, kondisi guru di setiap daerah mungkin berbeda-beda ataukah esensi dari HUT Guru Nasional hanya bisa dinikmati oleh guru-guru yang berbaris paling depan. Kenapa? Tanya ku dalam hati.
Kenapa tukang dagang berbagai macam bisa menjajakan barang dagangan sehingga itu menarik perhatian ibu-ibu guru untuk mengeluarkan nafsu belanjanya dan menolak lupa untuk mengikuti prosesi upacara, lebih dari itu di lapangan terbuka disediakan berbagai macam makanan dari bubur cirebon, nasi campur, mie ayam dan bakso-bakso, ketoprak dan lain-lain. Upacara tidak jajan iya. 

Pada akhirnya guru-guru di barisan belakang banyak yang makan. Miris bukan.

Bagaimana tidak kita lebih asik dengan urusan perut masing-masing daripada sekedar untuk mendengarkan ceramah yang berdurasi 15-20menit.

"Guru itu harus berprestasi dengan demikian akan mencetak anak-anak bangsa yang hebat " Setujukah bapak-ibu guru? Tanya ibu dengan suara lantang.

Menurut ku dari pandangan seorang guru junior. Menjadi seorang guru bukan saja hanya pekerjaan. Dari awal aku memilih untuk memenuhi panggilan ku ini dengan alasan yang klise. Aku tidak bekerja tapi aku menjadi seorang guru adalah bentuk pengabdian ku dan tanggung jawab ku ialah untuk mendidik anak-anak. Karena itu aku ambil jurusan pendidikan anak usia dini. Karena usia dini adalah fundamental. Aku dibayar dengan gaji kecil tapi aku masih bisa bertahan. Tentu berat buat ku yang punya hobby suka nonton bioskop. Tentu saja banyak orang yang menentang ku menjadi guru. Tidak ada harapan katanya.


Pernah suatu kali dikelas ada satu anak perempuan yang mendekati ku dan mencium aroma seragam ku seraya berkata

"miss kok bajunya wangi?" dan ada lagi anak perempuan pernah bertanya
"miss kok rambutnya wangi pake shampoo apa?"

me: speechless *cengar-cengir* parfume ku berhasil hehehe...

Aku di dalam kekurangan ku akan terus berkarya dalam dunia pendidikan. Meski kemarin nilai UKG (ujian kompetensi guru) ku gak lulus. Aku masih harus banyak belajar kemampuan profesional dan kemampuan pedagogik ku supaya aku bisa menjadi guru yang berkompeten dan anak-anak didik ku bisa berhasil dan tentu saja berkarakter. bukankah banyak sekarang anak-anak tidak lagi memiliki karakter yang berbudi pekerti, tidak lagi santun, acuh dan kehilangan empati.
Sebelum aku mengajar kepada orang lain, aku mengajar ke diri sendiri.

Contoh aku mengajarkan anak-anak untuk berbuat kasih tapi aku tidak pernah mengaplikasikan di dalam diri sebelumnya. Bagaimana bisa berhasil? Dimana letak integritas seorang guru? Contoh lagi bagaimana mungkin seorang guru mengajarkan kepada anak-anak untuk sikap hormat dan tertib saat upacara berlanggsung jika gurunya sendiri saat upacara #HARIGURUNASIONAL hari ini tidak berlaku hal yang serupa malahan asik makan bakso dan merokok.

Sekali lagi dengan keras "Dimana letak integritas seorang guru?" yang seyogiana seorang guru itu harus digugu, ditiru dan dimuliakan.
ehm entahlah.

Aku dengan hormat mengucapkan Selamat hari Guru untuk semua para guru yang sudah berdedikasi dimana pun mereka berada dan sekalipun jasa mereka tidak diingat. Terimakasih guru ku. Karena mu aku bisa seperti sekarang. Karena mu aku bisa mengenyam dunia pendidikan meski belum lulus. Skripsinya susah nih. Karena jasa merekalah aku bisa baca dan tulis apalagi sekarang dengan kemampuan teknologi yang canggih, aku bisa menulis dilayar komputer berbasis windows 8 HAHAHA. Dimana pun engkau mengajar dilihat atau tidak dilihat orang lain. Jasa mu akan tetap terkenang didalam sanubari ku.


*note* aku akan selalu terharu saat mendengar atau menyanyikan pujian ini: (Hymne Guru)
                                                           Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Ciptaan: Sartono

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa


*ku mengatupkan jemari ku dan ku panjatkan doa kepada semesta*


Ada banyak harapan dan doaku bagi para seluruh guru-guru khususnya untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia karena di daerah terpencil dan jauh dari jangkauan teknologi masih banyak anak bangsa yang rindu untuk belajar namun tak ada pengajar. Mungkin jika semesta berkehendak dan tak ada yang tak mungkin aku bisa kesana untuk membantu sekedar mengajarkan baca tulis. Jauh daripada itu kepada mereka yang tak punya pengharapan tentang masa depan.


@audrenalyn


NB: artikel ini naik ke CNN Pelajar Indonesia dalam rangka #HariGuru 

 


Rabu, 18 November 2015

aku gak pandai menari pun jadi menyukainya



Hari ini untuk pertama kalinya aku ikut pelatihan nari disekolah. Awalnya aku ragu, tariannya sangat membosankan dan tradisional pastinya. lagipula aku bukan orang yang mencintai produk dalam negri atau aku terlalu kekinian sehingga aku gak mau belajar tari kreasi ini. Dalam pelatihan ini aku belajar tiga tarian (tari Kalimantan, tari bletak atau Betawi, dan tari kaulinan). Untuk tarian pertama cukup mudah dan aku bisa mengikuti setiap gerakannya, namun sudah masuk ke tarian kedua dan ketiga wah aku udah tak luwes dan tingkat kesulitannya bertambah. Dalam tarian betawi ada unsur pencak silatnya dan ada istilah 3 G (geol, goyang, G yg ketiga lupa). Aku yang gak bisa nari, jadi belajar untuk bisa menari, aku yang gak bisa menulis untuk bisa menulis semua perasaan ku. Aku jadi menyukai kegiatan menari. Apalagi aku tahu saat aku menari aku diiringi oleh air hujan. eh
Dalam pembacaan saat teduh guru-guru aku sangat suka bagian Efesus 3 dalam ayatnya...
“Tuhan engkau mampu melakukan lebih banyak yang tidak mampu aku lakukan dan aku doakan.” Amin
Sama halnya dengan disekolah Iman ini aku tidak bisa mengajar mereka yang demikian kecil untuk nurut sama aku yang masih belum dewasa. Biarlah mereka dapat berubah sedikit demi sedikit.
Aku tahu perubahan itu butuh konsistensi dan ketekunan. Apa selama ini aku sudah belajar dengan tekun? Atau aku sudah tekun berdoa untuk anak-anak didikku?
Dalam iklan di TV yang dinamakan #RevolusiMental ialah perubahan itu dimulai dari diri sendiri.
Aroma tubuhku sudah gak karuan, baunya bercampur dengan matahari, aku mau lanjut untuk ibadah tengah minggu. Matahari pun sudah menyembunyikan jati diri. Aku mau mandi dulu ya.
Sampai jumpa di hari esok, btw apa kabar teman ku Pamella mungkinkah ia sudah sampai di Gorontalo dan sudah mulai sibuk dengan pasien-pasiennya? I’m gonna miss my close friend.
With love,
@audrenalyn

Selasa, 17 November 2015

November rain vs November blue

HAY HELOOOO......Rasanya gue pengen ngetik panjang dan sekarang baru bisa kembali meski belum sepenuhnya pulih laptopnya. gue kesel banget gara-gara adaptor rusak jadi laptop juga gak bisa dicas, dan gue gak bisa curhat kan. kzl
banyak hal yang terjadi disetiap harinya, ada banyak keseruan dan tentu banyak hal mendukakan jiwa buat ku, salah satu saat aku harus berangkat belanja ke Mangga dua Jakarta dan ke Asemka. buat orang senorak gue untuk pertama kalinya gue ikut belanja untuk keperluan natal di pusat perbelanjaan grosir, dan gak punya gambar ya gue untuk didokumentasikan. salah keduanya itu saat temen terdekat gue Pamella harus berangkat ke Gorontalo untuk pengabdiannya karena ia seorang dokter, lainnya hal seorang guru pengabdian gue ke anak-anak di sekolah yang sekarang gue geluti ini belum ada apa-apanya dengan pengabdian para pengajar muda yang rela menghabiskan waktu dan kebebasannya untuk mengajar anak-anak di daerah terpencil.
gue kenal Pamella ini juga gak terlalu lama rentang waktunya. hanya butuh beberapa bulan untuk mengenalinya seorang sahabat seperti apakah ia? bagaimana ia bisa memutuskan untuk merried dgn pacarnya yang ini? bagaimana ia merasuki ku untuk merubah senyuman ku yang konyol menjadi lebih elegan. oh tentu saja aku ini jarang senyum cantik :) xoxoxo

November yang kata orang 'november rain' bukan hanya ungkapan aja, karena gue bersyukur sekali Indonesia, Karawang khususnya diguyur hujan setelah musim kemarau berkepanjangan. oh gue rindu dengan aroma 'petrichor' yes aroma resi tanah yang basah setelah disiram air hujan.  gue tahu istilah petrichor dari Twitter (maklumlah anak twitter dari 2010). oh well aku bukan yang kekinian yang segala aplikasi smartphone dimiliki loh *ngeiklan dulu*
November ini bukan hanya dimiliki oleh orang-orang kayak gue yang rindu dgn petrichor tapi bulan ini akan menjadi bulan yang bersejarah dan tentu seperti mimpi buruk bagi warga di Paris. Dunia sangat digemparkan dengan Paris Attack ini tepatnya hari Jumat 13 Nov 2015 terjadi penembakan oleh beberapa yang diduga teroris. dan gue gak bisa jelasin disini karena mbah google jauh lebih bagus dan lengkap menjelaskannya. di googling aja dengan hestek #PRAYFORPARIS.
namun yang mau gue angkat ialah saat kita tidak tahu keberadaan kita sejauh ini aman kah? atau justru dunia sedang bahaya nih? banyak orang jahat disekeliling kita yang siap meluluhlantahkan kita kapan pun, dimana pun, siapapun targetnya baik orang kecil maupun dewasa atau lanjut usia.
siapkah kita? siapkah saya?
tapi ya yang menggelitik gue ada status temen di BB yang patut kita cermati: " giliran Paris kena bom orang ramai pasang DP bendera Paris dan berdoa untuk Paris, tapi saat Indonesia kena ASAP kemana kita...? "
iaa juga mungkin ada benarnya kata gue celotehannya kadang bukankah kita lebih asik mengusik orang lain ketimbang diri sendiri. contohnya kenapa orang itu kerjaannya update status tiap lima menit di facebook ganti-ganti wae. Apa hubungannya woyy. Maksud gue kadang kita sibuk dengan urusan orang lain tanpa memperhatikan urusan kita sudah paling benar atau Dunno. whatever lah :/

November 13th bisa menjadi tragedi yang sangat menakutkan bagi warga Paris dan seluruh dunia sedang memperhatikannya bahwa semakin banyak orang ingin mati. tidak ada lagi KASIH, dan PENGAMPUNAN, yang ada hanya HUKUMAN.

aku disini tanpa membela siapapun dan dipihak manapun aku hanya mengungkapkan semua idealisme ku tanpa harus menghakimi siapa yang salah dan siapa yang pantas untuk disalahkan.
dunia akan lebih indah jika ada CINTA (y).

 picture taken by rebloggy.com



with love,
@audrenalyn 

Sabtu, 24 Oktober 2015

Somewhere Only We Know




Haloo ko, ini surat ku yang kedua kalinya aku kirim ke email mu. Hari ini, aku baru saja menyelesaikan #SOWK nya. Aku tidak saja suka tapi aku sangat suka dengan bukumu yang ini setelah aku dibuat tertawa dibuku pertama mu #TNSLOA. Awalnya aku gak tertarik karena bahasanya gak mudah dimengerti banyak istilah baru, kosa kata baru seperti Endorfin dan bla.blaa... atau karena emank guenya yang kurang pengetahuan umum. Percakapan dari ririn ke arik atau kenzo ke hava koko banyak sekali pake imajinasi koko. Dan itu yang sampai sekarang aku masih bingung gimana jadi penulis --‘
Aku kenal koko setelah aku bikin twitter sekitar lima tahun lalu, oktober 2010 aku baru tahu apa itu twitter, aku harus memfollow siapa? Belum gerti. Sampai kutemukanlah twitter account punya mu. Aku kalau mau disama-samain dengan ririn yang ngefans banget blogger aka Arik yak memank aku punya kemiripan dibagian itu, aku juga suka koko dari awal aku follow dirimu entah itu mentionnya dijawab apa enggak aku gak peduli. Yang penting gue tahu loe sedang dimana atau sedang #asklexy misal dan itu berjalan hingga kini lima tahun kita baru saja dipertemukan dengan semesta dalam meet n greet penulis #SOWK Alexander Thian. Ohya aku juga mau cerita ttg gimana gue berjuang untuk mendapatkan buku mu.
Aku percaya bahwa tidak ada yang kebetulan dalam dunia ini. Aku seperti biasa sedang menstalker tweetmu dan aku terbelalak melihat ada picture yang HAH ini ada meet n greet di gramed martaman hari minggu 18 Oktober 2015 wohooo aku gak percaya! Bagaimana mungkin? Aku langsung mengosongkan jadwal ku berlehe-lehe gak penting di weekend dengan mengatur shecjule untuk berangkat ke Jakarta timur dari pagi. U know ko dari jam berapa gue berangkat jam 8pagi gue udh otewe ke Jakarta! Dengan satu tujuan hanya untuk #SOWK nya dirimu. Plus+plus juga sih (plus ttd dan selfie bareng) :D
Gue antara nekat dan gak peduli ampir-ampir tipis, gue tinggal di luar kota Jakarta ko masih di daerah Jabodetabek juga tapi dikota gue ini gak ada toko buku selengkap Gramedia dan gak ada bioskop sekece Blitz or cinema XXI. Nothing ko! (i’m serius) gue harus minimal ke bekasi untuk menonton film ‘teranyar’ dan begitu gue tahu hari minggu loe mau MG ke gramed matraman gue tanpa babibu langsung otewe Jkt sendirian. Dan harus diunderline dibold SENDIRI.
Gue memank suka banget ke gramed yang dimatraman itu karena lengkap banget. Dan gue bisa ijin ke ortu gue kalau mau cari buku kuliah disana. Dan gue berhasil mengantongi dua yes dr mereka. Gue berangkatlah dengan ketar-ketir ke Jkt karena gue takut keabisan tuh buku, karena gue gak pernah ke acara MG kalau bisa masuk walau tanpa membawa bukunya. Gue khawatir nya kalau gue gak bisa masuk hanya karena gue gak punya bukunya (naif banget). Ia gue memank cukup berjuang untuk hal ini. Singkat cerita sampailah gue di gramed matraman dan gue langsung ke rak-rak novel atau buku terlaris, tambah cemaslah gue karena gue gak menemukan cover buku mu yang gue apal benar di tumpukan buku terlaris atau novel. Yang ada #JikaAkuMilikmu nya Kak Bara dan #CriticalEleven gue putus asalah disitu, gue tanya ke salah satu mba nya untuk menolong gue menemukan buku loe. “ oh buku itu yang entar mau Meet n greet ya mba? “ tanya mba itu kepada gue ko. “ohia mba dimana mba ruangannya? Trus lama gak acaranya? Trus gimana ya mba kalau aku ga dpt bukunya ? aku udah cari dikomputer stock nya ada 7buku tapi kok gak ada ya.......” dengan panjang lebarlah gue nyerocos dengan mba yang masih sibuk mencarikan buku untuk gue.
Akhirnya mba itu bilang ko, “maaf mba fisik dengan data di komputer sering tidak balance, jadi bukunya kosong. Mba mungkin bisa beli kalau pas acaranya udah mau mulai. Mungkin penerbitnya ‘Gagasmedia’ akan datang membawa beberapa buku tersebut.  oh oke gue jadi harus menunggu sampai jam 12 siang karena diperkirakan orang dari gagas akan datang jam segituan.
Karena gue ingat tujuan gue kesini untuk apa. Bertahanlah gue dua jam cari-cari buku, tepatnya baca buku gratis disana sambil gue rasa gue kelaparan. Hahaha
Dan u know ko? Yang bikin hari gue amazing apa? Setelah gue bosan dengan kegiatan baca buku gue beranjak ke tempat mba yang tadi dan mba nya bilang dengan sumringah  “mbaa ada nih satu buku #SOWK”
Rasanya seperti minum kopi dengan sang pelayannya Chris Evans tahu gak sih ko J full of flowers.

Aku tanyalah kenapa mba kok bisa ketemu bukunya? Oh ini dari tumpukan buku yang terselip mba. Oh makasih ya mba makasih banget. Dan gue rasa mungkin gue harus lalui semua ini dengan bersusah payah, namun indah pada waktunya #halah

Dan tiba saatnya pertemuan kita pun terjadi dan sekitar hampir satu jam kita berbicara tentang banyak hal (baca kita adalah pembaca lainnya yang datang) dan aku cukup puas udah bisa melihat wajahmu dari dekat. Dan bisa mengabadikan moment kita berdua dalam hape Note 4 punya orang lain.finally, Aku pulang dengan damai. Tapi semesta berkata lain. Saat perjalanan pulang dari Jkt ke rumah tiba-tiba aku mendapat kabar bahwa omah udah meninggal. JENG!
Dan aku selama hampir seminggu ini sibuk dengan kerjaan ini-itu sehingga aku gak bisa langsung mengupload foto kita dan ikut lomba ke gramed matraman ko. Dan gue terlambat.
Mungkin dalam hidup ini gue selalu terlambat. Terlambat untuk mengakui betapa aku merasa bahwa aku tidak hanya butuh Adrenalin yang memuncak-muncak tapi butuh juga ENDORFIN untuk sejenak menenangkan hati. Karena Adrenalinlah nama user ID gue @audrenaline
Dan gue terlambat untuk mengakui bahwa ada CINTA diujung sana yang belum pernah kusambangi bahwa aku juga pasti akan merasakan cinta. SOON

Ko, sorry ya jadi kepanjangan. Aku sebenernya mau curhat ttg isi buku #SOWK bukan tentang perjalanan gue dapetin buku loe J
Aku rasa koko gak keberatan. hahahahaHAHAHA

Mungkin butuh berlembar-lembar kertas A4 untuk mengutarakan bahwa aku tidak percaya CINTA.
Ataukah gue mungkin sedang #TerRirin
Entahlah tapi yang jelas aku suka berdialog dalam hati, bicara pada diri sendiri, bukan karena gak punya teman bicara tapi semua rata-rata teman ku palsu, pura-pura simpati hanya sekedar menunjukan oh kamu teman yang baik. Aku termasuk salah satu orang yang percaya bahwa cinta itu tidak saja diciptakan INDAH. Kalau cinta semua indah seindah film #UP mungkin tidak ada kata perpisahan dan harus diakhiri dalam sebuah kertas bertanda-tangan dari Hakim yang memutuskan Yak kita cerai! NO!
BTW, aku sangat suka bagian koko bercerita bagian Ririn. Jadi aku baca sampai halaman akhir bagian Ririn dulu dan mengulangnya ke halaman depan untuk bgn Kenzo. Gue seminggu ini selalu membawa buku #SOWK ke dalam tas ku. Entah fungsinya apa selain hanya menambah berat tas yang harus aku jinjing. Karena selama seminggu aku masukin aku tak sekalipun membacanya. Kenapa? Karena aku takut. Aku takut ketika aku membacanya aku tidak bisa berhenti. Iak begitulah gue.
HAHAHA (sorry kalau bahasanya juga mencampur adukan antara aku dan gue).

Terakhir benar-benar terakhir ini. Ada satu pertanyaan #AskLexy
Padahal saat pertemuan kita itu gue mau tanya sampe sekarang yang masih gue ragukan. “Pekerjaan koko selain penulis apa? Kok bisa sering jalan-jalan. Sebentar ke dalam, sebentar keluar negri.” HAHAHA. Dan koko gak perlu menjawabnya karena aku rasa aku ini seperti followersmu yang kepo. Dan ko cukup tahu aku sangat bersyukur bisa mengenal mu lewat ocehan-ocehan mu di twitter dan aku juga bersyukur bisa sempat ketemu di acara MG dan selfie bareng. Koko lucu xxx)
Terimakasih udah menginspirasi ku.  Menginspirasi ku untuk terus menulis meski tulisan gue gak bagus. Terimakasih lewat barisan kata-kata mu di blog yang berjudul ‘ Galau di usia 20tahunan ‘ kelihatan bangetlah gue masih sering galau. Ngegalauin cinta J J J

HEHEHE. Gue juga inget. Kebahagian boleh kita sharing ke banyak orang, maka itu koko jarang bahkan gak pernah kan update status “ aku galau, atau aku cedih L
Gue juga gitu orangnya seperti Arik bilang aku ini bawel kalau lagi nulis aja atau sedang berdongeng aja, tapi aku udah nyaman dengan seseorang aku juga bisa banget bawell. Yak kayak yang gue lakuin ini gue bisa panjang lebar ngoceh gak peduli koko ngantuk-ngantuk enggak bacanya :/
Hmm... Terimakasih untuk hal-hal yang belum sempat aku ucapkan. Terimakasih untuk qoute nya
“Cinta itu ada selalu ada akan terus ada“ (y)

Hy... congrats ko untuk cetakan keempat the first buku fiksi mu!

Teriring salam manis untuk sebuah koko berlesung pipi dari
@audrenalyn

Selasa, 13 Oktober 2015

Dalam diam ku temukan emas.



Dalam diam ku temukan emas.
Pagi itu, aku melihat anak perempuan umur nya belum sampai 5tahun begitu kira-kira.
Kita memank sedang mengadakan kebaktian untuk anak-anak di sekolah,  aku begitu terkesima dengan salah satu anak ini, begitu menikmati saat pembawaan cerita. Mendengarkan dengan telinga namun aku rasa hatinya turut bekerja mengkoordinasi dari pikiran untuk menggerakan tangannya hingga saat puji-pujian dinyanyikan tangannya terangkat keatas sambil menyanyikan lagu ‘ Yesus kau yang terutama’ aku rasa bagi anak ini belum mengerti penuh apa arti mengutamakan Tuhan Yesus dalam hidup. Tapi aku belajar di sekolah,  untuk tidak menuntut anak-anak berubah menjadi anak sempurna dalam seketika. Semua butuh proses dan aku percaya, apa yang aku tabur, suatu saat pasti aku akan menuai. Meski aku tak paham waktu Tuhan kapan ?

#kemudianhening aku teringat sesuatu

Aku bukannya rapuh atau cemas
Dan lagi aku tidak sedang putus asa.
Hari ini aku harus bersusah payah untuk menuju ke tempat kuliah ku, harus berpanas-panasan melawan terik matahari. Aku gak tahu seberapa jauh jaraknya tapi yang jelas sudah cukup membuat betis kaki ku besar-besar.
Aku harus jalan kaki jam setengah 12 siang dan saat itu aku lupa gak bawa jacket. Cukup membuat kulitku tambah eksotis. Di dompet ku tersisa uang 5000 saja itu pun bukan uang pribadi ku, aku pinjam uang hari ini 10ribu buat ongkos pulang ke resinda 4000 kembalian 6000.
Dan kalau ditanya udah makan siang belum??? Tentu jawabannya belum.
Semenderita itukah? Apakah Tuhan tahu penderitaan ku? Tanya ku dalam hati.
Tuhan tahu jelas betapa aku ingin mengadu. Sampai airmata ini tak lagi menetes.
Aku ingat kata penghikmat : “Hidupku tersembunyi dari Tuhan, dan hakku tidak diperhatikan ?
“Tidakkah Kau tahu dan tidak Kau dengar?”
I’m irritating...
Aku ingin sejenak berhenti dari semua tugas! Apa ada cara lain? Selain aku mulai mengerjakan dan tidak mengeluh. yes do it!
Aku ingin sejenak menatap langit yang katanya indah, bertaburan bintang. Menyimpan semua kecemasan dan menggantikannya dengan pengharapan. Aku berharap bisa menatap hujan meteor dan segera make a wish. Yap!
Permintaan ku sederhana, aku ingin bahagia dengan cara ku sendiri. Tanpa perlu kemewahan dan mengejar materi. Ada orang bijak berkata: “bahagia itu sederhana, bahagia itu dari hati.”

Tanpa peduli dalam keadaan suka atau duka kita masih bisa merasakan sukacita #Hopefully