Jumat, 08 Juni 2018

Mr Stranger

Juni 2018


Dear inisial ‘n’
Bukan secara kebetulan akhir-akhir ini aku dekat dengan beberapa pria dengan inisial terakhir huruf ‘n’
Buat ku nama mu akan selalu terpatri di lubuk hati ini.
Dan selalu menjadi tempat yang paling penting di hati ku selamanya.
Aku masih sangat rapuh dan melankolis.
Aku masih selalu terbawa emosi saat melihat bintang

Mungkin kamu bisa saja beruntung sekarang karena dicintai ku berlebihan.
Aku memank bastard! Mengapa aku begitu mencintai mu hingga terluka.
Salah kah ku ingin menjadi orang yang selalu kamu cari pertama kali tiap kamu selesai meeting.
Aku rasa pertemuaan kita pun sudah semesta gariskan tapi tidak berakhir mulus.

Aku tidak ingin, bodoh di depan mu dan terlihat memaksa mu. Tidak sama sekali.
Aku hanya ingin kamu tahu satu hal.
Aku sudah cari pria yang berkarakter seperti kamu tapi tidak kutemukan.
Kamu boleh berbangga diri.
Kalau kamu pikir aku galau terus, kamu juga salah.
Aku sudah mencari dimana kah
Tetapi semesta belum mempertemukan ku lagi dengan pria seperti kamu orang asing
Aku ingin kita lupakan semua kenangan yang sudah terajut indah
Tapi aku belum cukup waktu untuk melupakan mu seutuhnya.
Aku sayang kamu orang asing.

Kamu adalah orang asing yang akan terus ku kenang namanya.
Meski kita tak lagi bertukar kabar
Meski kita tak lagi memendam rasa
Meski aku tak lagi membuat mu pusing
Meski kamu tak lagi menjadi tempat sandaran ku
Aku akan tetap menyimpan semua kenangan kita hingga habis waktu ku.

Kamu adalah kesedihan ku
Kamu adalah tawa ku
Kamu adalah hadiah dari Tuhan
Aku harap kamu baik-baik saja.


Aku ingin bicara banyak dengan mu seperti waktu itu
Tapi aku kehilangan rasa.
Aku ceritakan singkat disini saja.
Hari libur kemarin aku sengaja pergi nonton di bioskop sendiri. Sama seperti yang tepat ku lakukan sebelum aku marah dan tidak mempercayai mu. Lalu kita pisah. Udahan gitu aja tanpa kamu memberi aku kesempatan.

Judul film ya adalah

The Gift
Sebuah film drama romantic yang dikemas secara berbeda dari sutradara handal Hanung Bramantyo. Aku sangat menikmati filmnya dan terutama message yang disampaikan dari film ini. Cinta itu berkorban -> orang asing
Cinta juga yang memberanikan ku untuk terus menulis tentang mu. Meski kamu tak lagi peduli.



Catatan: Hai ini postingan ku yang rada terlambat. Gpp yah, gak ada yang baca, gak ada komplen. hahaha.
Anw, hari ini tepat nyokap gue berulang tahun, tapi gue belum bisa kasih beliau calon mantu.
Oke mi doain ajalah anak perempuannya segera menemukan tambatan hati.

-

Sabtu, 05 Mei 2018

Apakah sesulit itu mencintai seseorang?

04/05/2018

Apa memperjuangkan cinta itu begitu sulit sehingga terluka?
Apa yang telah ibu ku perbuat untuk memperjuangkan rumah tangganya bersama orang yang satu-satunya ia cinta tapi ia juga satu-satunya orang yang membuat ibu menangis setiap hari karena penyesalan.

Ibu adalah sosok kartini paling penting dalam hidup ku
Ada banyak sekali sosok wanita yang mengorbankan perasaanya demi untuk menjaga keutuhan rumah tangganya
Meski wanita ini tahu harus ada yang berkorban perasaan
Wanita ini mengorbankan apapun demi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga
Karena kini yang menjadi tulang punggung keluarga di rumah bukan lagi ayah.

Mungkin bukan tempat ku untuk mengadu kekurangan ayah disini
Meski aku ingin sekali memberi tahu dunia bahwa ayah ku bukanlah figure ayah yang kudambakan
Aku tidak punya keintiman seorang ayah dengan anak perempuannya
Aku bicara dengan ayah jika aku perlu bicara
Jika aku tidak memerlukan ayah aku rasa aku tidak akan bicara dengannya
(aku tahu betul aku sangat egois dan kalian boleh bilang aku egois)

Wanita ini adalah ibu ku
Ia adalah salah satu wanita yang berjuang untuk bisa mendapatkan hak-haknya sebagai istri
Seorang wanita yang menahan amarahnya selagi mereka berbeda pendapat
Seorang ibu yang menunggu kedua anaknya yang tak kunjung pulang
Ya ibu hanya mempunyai dua orang anak
Aku dan adikku tidak menyukai pulang ke rumah
Rumah bagi kami hanya sekedar transit untuk mandi dan tidur
That’s it
Aku tidak suka pulang ke rumah
Dalam satu minggu aku hanya punya satu hari di dalam rumah
Selebihnya aku pergi ketempat aku mau
Karena di rumah mereka selalu bertengkar dengan masalah yang itu-itu saja
Dan aku sudah muak
Tidak ada alasan untuk ku untuk tetap tinggal di rumah
(aku tahu betul bahwa aku kabur dari masalah)

Ibu adalah salah satu wanita yang sesekali ku dapati menangis tapi
Ibu tidak pernah meminta untuk pisah dengan bapak
Ibu selalu bilang padaku
Meski aku sangat membenci pertengkaran mereka
“Bapak adalah tetap ayah kandung mu, di dalam darah ku mengalir darahnya.
Dan tidak ada yang namanya bekas ayah.”
Aku harus mengampuni bapak

Ibu mengajarkan ku tentang mengasihi tanpa syarat
Kasih itu bukan seandainya
Melainkan meskipun…

Ibu mengasihi bukan seandainya ayah berlaku baik atau melakukan hal romantis
Ibu mengasihi meskipun ayah selalu bersikap kasar dan selalu mengulang menyakiti

Ayah menanamkan satu hal kepada ku
Cinta bisa kadaluarsa
Aku sangat membenci pernikahan
Aku sempat berpikir aku tidak ingin menikah
Untuk apa aku menikah dengan orang yang terus membuat ku menangis
Honestly, aku tidak pernah berdoa dengan Tuhan sungguh-sungguh
Dan lagi aku sangat dengan status ku yang sendiri

Dua tahun yang lalu aku masih berpikir sempit
Semua lelaki brengsek seperti ayah
Mungkin sampai saat ini aku pun masih merasakan hal yang sama
Aku mengganggap sayang hanya sebatas dimulut
Dan aku muak
Aku sangat muak
Aku sudah terlalu letih untuk terluka (Lagi)
Aku tidak mau mengulang jatuh cinta pada orang yang salah
Sehingga aku kecewa kemudian

Ibu dan ayah ku mengajarkan bahwa
Sebuah keluarga tidak ada yang sempurna
Demikian pun dengan aku yang sampai saat ini belum bisa mengasihi ayah dengan sempurna
Mungkin orang tua ku mengajari ku cara yang salah tentang mengasihi
Mungkin orang tua ku tidak lagi saling mengasihi satu sama lain
Karena cinta mereka sudah pudar dan tidak pernah dipelihara


(Anyway sekian dulunya, aku tidak lagi konsentrasi)

Happy Weekend

#lovemom #ceritamanusia #family #love #forgive #lovedad


Kamis, 19 April 2018

Dear Diary

Surat Untuk Kamu

Halo, apa kabar kamu?
Apakah kamu memikirkan ku? Apakah kamu mengalami hal sulit?
Apakah kamu menjalani hari-hari mu sama saja?
Aku ingin tahu karena aku merindukan mu.

“ pernah jatuh cinta secinta-cintanya kemudian patah hati sepatah-patahnya.”
“aku pernah…”

Aku kini bisa berkata
Tak apa…
Aku bisa melewati masa sulit ku dengan tegar
Karena jika bukan karena mu
Tidak akan ada aku yang sekarang.

Aku yang sekarang adalah
Aku yang menyukai olahraga
Dulu pun suka, tapi kini kecintaan ku pada olahraga
Muaythai, workout atau cardio dance itu melebihi kecintaan ku pada mu
Aku yang sekarang adalah
Aku yang menyukai kegiatan memasak
Kamu tahu, aku ini tidak bisa memasak
Sekalinya diminta masak pun itu kalau mau buat mie instan
Selebihnya aku lebih senang dimasakin
Terlebih aku tidak suka dengan minyak panas.

Aku kini bisa berkata
Tak apa…
Aku bisa melewati hari-hari ku kedepan
Seperti perintah mu
Meminta ku untuk “tidak galau terus”
Sampai saat ini
Aku masih punya sedikit kekesalan
“ apakah semua ini adil untuk ku? ”
Aku hanya sekali melakukan kesalahan dan alasannya pun
Sudah kujelaskan
“ apakah aku memank tidak berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua?”

Tenang saja,
Sekarang aku sedang berjuang untuk memperbaiki hati ku yang hancur
Sesekali setiap pulang malam aku masuk gerbang komplek rumah
Aku selalu memikirkan mu
“I miss you…”
Sambil menyeka air mata
Aku ingin bertanya
“apakah kamu sudah bisa melupakan ku?”

Aku masih suka memasang foto anak kesayangan kita berdua
Di display profile ku
Kamu memanggil namanya dengan sebutan Mako
Dia belum lama ini merayakan ulang tahun yang ketiga di sekolah
Mako rindu…

Sekarang aku tidak punya keberanian
Untuk mengecek status Whatsapp di smartphone ku
Kenapa?
Karena aku begitu takut pada kenyataan
Jika aku harus kehilangan nomor handphone mu
Tidak ada lagi sosial media yang bisa ku gunakan
Meski untuk sekedar stalking
Apakah foto display profile mu masih sendiri atau sebaliknya
Aku harap kamu masih menyimpan nama blog ku
Karena dengan cara ini satu-satunya jalan
Bagaimana aku harus menuntaskan rasa rindu ku pada kamu
Bintang ku.

Oh. Apakah kamu sudah lelah membaca ini
Aku harap belum
Karena aku ingin cerita

Aku memiliki pergumulan dan wajar jika aku
Bertanya pada Tuhan
Berapa lama lagi?
Aku ini terbatas untuk mengerti semua rancangan Tuhan

My dad get lose his job.
Aku dan ibu ku menemukan masalah baru.
Kami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dapur.

Aku masih bertahan di dalam kondisi keluarga kami yang berantakan namun
Kami kehilangan esensi dari kata “Keluarga”

Rumah hanya sebagai tempat transit mandi dan tidur
Keluarga bagi ku adalah ketidakbahagiaan
Jika aku segera berkeluarga
Aku tidak akan bahagia, kenapa
Karena aku kehilangan sukacita ku sejak putus hubungan dengan mu
Aku harap kamu mengerti dengan kondisi ku.
Aku terluka.

Tertanda dari aku yang mengasihi dan merindukan mu.


Rabu, 04 April 2018

#7haridetoksgula

04/ 04/ 2018

Mulut itu dilatih untuk mengucapkan kata-kata memberkati, bukan dilatih untuk menyakiti hati kawan.

Gue mau cerita awal mula kenapa kok gue tiba-tiba ambil komitmen untuk program detoks. Apa gue gemukan? Tentu saja, berat badan gue naik lima kilo. Gue ini termasuk yang berat badannya stabil di lima puluh kg. Tapi awal tahun ini, setelah gue udah diwisuda S1, gue nda lagi dipusingin sama beban perkuliahan, ya paling yang dipikirin itu jodoh gue siapa?

Well, bulan maret kemarin itu seperti apa yah klo boleh sebut, gue gak persis yakin. Cuma gue merasa bulan maret adalah bulan terberat di awal tahun baru ini. Gue nda berharap bisa ketemu salah satu temen di media social yang kuyakini “iya, kayaknya ini dia deh yang gue mau” Kayaknya yang gue cari selama ini ada dia. Ketus gue dalam hati when I met Gibran. Tapi semua tidak berlangsung sebulan. Hanya 3minggu saja waktu yang Tuhan pakai untuk bikin perasaan gue acak-acakan. Apakah gue menyalahkan Tuhan? Kenapa Tuhan ambil orang yang gue sayang? Kenapa Tuhan memberi jika pada akhirnya Tuhan harus mengambilnya? Begitu banyak rasa pahit, kekecewaan, patah hati, keluhan dan cacian yang gue lontarkan pada Tuhan atas semua yang terjadi. Persis kejadian ini seperti tahun lalu, bagaimana gue harus kehilangan cinta pertama. Miris banget gak. Gue kembali harus belajar untuk melupakan, mengampuni dan mengikhlaskan. Sebulan itu nafsu makan gue gak terkontrol. Gue makan apa yang gue mau. Apalagi ditambah bulan Maret sekolah ada beberapa hari libur. Udah mah gue doyan ngemil. Tanpa terasa, kok badan gue berat ya. Lengan gue membengkak. Oh shit! I’m fat.

Gue benci kan dengan kegemukan.

Dan seperti yang barusan gue dengar dalam renungan hari ini. Bahwa kalau Tuhan sayang sama gue, Tuhan pasti akan gebuk gue. Iya gue sedang digebuk Tuhan untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dari listya setahun yang lalu. Gue udah rangkum apa yang gue rasain dalam tiga minggu itu dalam postingan di Instagram pada awal bulan April. Dan gue lega banget! Gue berhasil clear all conversation gue sama a guy. And then gue merasa sudah bisa melupakannya pelan-pelan dan menata kembali hidup gue yang terpuruk. Tsah

Percaya kalau perkara kecil pun Tuhan bisa jadikan sesuatu hal yang luar biasa dan bukan secara kebetulan juga kalau kita peka.

Gue percaya bukan kebetulan gue scroll timeline twitter dan lihat postingan Kak Twel untuk mengikuti challenge 7hari detoks tanpa gula. Oh My Godness. NAON DEUI WAE!!! Gue gak bisa hidup tanpa yang manis2 coyy…. Tepat apa yang gue katakan dalam direct message ke Kak Twel
“Hidup gue sudah terlalu pahit, jadi gue butuh mengkonsumsi yang manis.
Gue gak mau ikutan”.
“Lagian ini tantangan bukan untuk gue si pecinta kecap manis, makan sambel aja gue kecapin biar ada manis-manisnya”.
Kenang gue dalam hati.

Tapi percaya enggak percaya gue juga. Kok mau yah saat itu ikutan challenge 7 hari detoks tanpa gula.
Gak tahu kenapa, mungkin sudah rencana Tuhan. Karena Tuhan tak pernah merancangkan yang buruk.
*jadi religious akutu pulang ibadah*

Oke lanjut ke program detoks ini aku very excited!!! Karena ini for the first time gue mengurangi makanan yang manis2 dan segala pertepungan dari roti, donat, pempek, mie dan temen-temen yg lain yang dihindari dalam program detoks. Tetapi untuk satu tekad yang bulat, gue harus ikutan ini. Gue gak mau hidup dan badan gue kok gak ke urus gini dan berantakan.

Gue belanja lah dari hari pertama, gue konsultasi sama mis vetriana (Dia adalah sahabat gue dimana, dia sudah lebih dulu mengkonsumsi makanan sugar free dari zaman baheula) apa yang harus gue makan dan bagaimana masaknya. Iya maklumlah gue ini gak pernah turun dapur kecuali masak indomie.
*ketahuan banget males ya*

Gue yang dulu adalah gue yang tak pernah mau belajar masak sampai gue yakini gue siap untuk berumah tangga, barulah mau belajar masak. Kalau belum mah, ntr dulu deh belajarnya. Cek aing teh.
Gue juga gak mau masak karena takut sama minyak panas. Wkwkwk. Lebay

Gue yang dulu bukan gue yang sekarang. Gue sudah belajar banyak hal setelah program detoks ini selama tiga hari. Dari mempersiapkan makanan dengan belanja ke pasar, pilih dan menawar sayuran. Itu menyenangkan banget gaes! Cari ikan segar di supermarket juga it was so fun! Mulai masak, meskipun keasinan (ya wajar keleus namanya uga orang lagi belajar).

Tetapi kok yah gue seneng sekali. Gue menikmatinya (sangat). Gue gak gubris itu nyinyiran temen-temen yang bilang gue diet segala macamnya. Gue senyumin aja temen-temen yang iri hati karena gue sudah maju selangkah untuk hidup sehat.

Gue masih semangat untuk ikut di challenge ini bukan hanya untuk 7hari. Tapi untuk satu bulan, bahkan untuk satu tahun dan tahun-tahun berikutnya kalau dikasih umur panjang sama sang pencipta.
Itulah kekuataan doa.
I mean ( Itulah kekuataan doa orang yang baru patah hati ).

Meskipun akan ada cercaan dari lingkungan terdekat yang bikin gue sakit hati karena program ini. Gue hanya ingin menyampaikan disini. Bahwa program 7hari detoks gula itu bukan untuk mendapatkan tubuh yang kurus nan langsing. BIG NO.
Melainkan karena program 7hari detoks gula itu untuk melatih diri gue untuk menahan diri dalam mengontrol nasfu makan yang berlebih dan melatih diri untuk mengkonsumsi makanan dalam jumlah takaran yang pas (tidak berlebih dan tidak berkekurangan). Gue tahu betul mungkin, akan ada banyak pro dan kontra, kok detoks, makan ayamnya masih digoreng sih. Emank boleh masih masak pakai garam. Kok gak makan nasi putih tapi bisa makan kentang. Blablabla.

Akan ada nyinyiran bahkan penghinaan, yang gue tahu tanpa komitmen gue bisa jatuh kapan pun kalau gue mau jatuh.
Gue bisa aja malas kalau gue mau malas. Gue bisa aja ingkari komitmen gue tanpa ada orang yang tahu kapan pun gue merasa jenuh.
Tapi satu hal yang gue percaya bahwa proses itu tidak akan mengkhianati hasil.

Proses bagaimana Listya yang dulu  bukanlah Listya yang mudah jatuh karena nyinyiran orang.
Proses bagaimana Listya yang dulu bukanlah Listya yang tidak bisa melupakan masa lalu karena masa lalu bukan sesuatu hal momok untuk dilupakan namun untuk dikenang bahkan dapat dijadikan pembelajaran guna kehidupan di masa mendatang yang lebih baik.

The End

#Salamsehatdariakuyangmausehatjiwadanraga

Senin, 26 Maret 2018

Selamat Merayakan Kehilangan (Brian Khrisna)


23 maret 2018

Hidup ini adalah kesempatan.
Aku telah kehilangan kesempatan untuk menjadi perempuan mu.
Aku pun telah kehilangan untuk menjadi kuat dan tegar dengan terus mengasihani diri sendiri.
Aku tidak ingin untuk berlama-lama dalam kubangan dukacita.
Aku tidak ingin merana karena cinta.
Aku ingin cerita cinta yang bahagia.

Aku tidak lagi mengirimi mu surat cinta
Aku tidak ingin lagi kamu tahu kalau aku terus sedih
Meski kamu tahu, aku ingin terus menghubungi mu
Mengapa aku seperti memohon kepada mu
Aneh.

Selama hampir dua minggu ini
Aku berjuang untuk terus move on
Dengan dihubungi dan menghubungi lelaki lain
Kata orang obat patah hati itu cinta yang baru
Apakah iya menyembuhkan?
Belum tentu.

Ingatan ini terus membawa ku untuk tetap merindu mu
Meski aku sudah berjanji akan melupakan mu
Tapi sungguh sulit
Katanya semua ini pasti berlalu
Setahun, dua tahun, sepuluh tahun, sewindu.
Namun satu hal yang pasti semua badai pasti berlalu.
Pasti.


Setiap aku keluar rumah malam-malam
Aku ingat dimana saat itu aku tengah malam ditelp kamu
Dengan hasil aku digigit nyamuk
Ingat kah kamu akan hal itu?
Aku rela untuk ngobrol sama kamu meski via suara
Itu sudah cukup untuk mengobati rindu
Aneh rasanya aku tidak pernah seperti waktu itu sebelumnya
Tidak pernah.

Lebih mudah bagi ku mungkin untuk lupa ingatan
Maksudnya
Aku berharap untuk jatuh dari motor dan hilang semua akan luka ku
Berharap semua akan lebih baik.
Apakah sesakit ini kehilangan?
Aku belum bisa merayakan kehilangan.
Belum.